Rupiah terkapar, masyarakat ramai-ramai jual USD

money changer.

awanqq.com – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak melemah di level Rp 14.415 di perdagangan hari ini, Jumat (6/7). Pagi tadi, Rupiah dibuka di level Rp 14.402 per USD atau melemah dibanding penutupan perdagangan kemarin di RP 14.394 per USD.

Dampak pelemahan Rupiah membuat orang yang menyimpan Dolar dalam kantongnya tergoda untuk menukarnya menjadi pecahan uang Rupiah. Hal tersebut terjadi di salah satu penukaran uang atau kerap disebut money changer di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, di sinyalir oleh RajaIDR

t hari ini membeli 1 USD seharga 14.385 dan menjual 1 USD seharga 14.415 Rupiah.

Salah satu petugas yang enggan disebut namanya mengatakan sejak nilai tukar Rupiah melemah, pengunjung mengalami peningkatan. Sebagian besar bertujuan menjual lembaran Dolar yang mereka miliki.

“Kebanyakan yang jual,” kata dia, Jumat (6/7).

Dia menjelaskan, kebanyakan money changer memang memasang harga beli yang sedikit lebih rendah dari harga jual mereka. Namun hal tersebut tidak menyurutkan minat orang untuk menjual mata uang negara Paman Sam tersebut.

Dia mengungkapkan, dibanding sebelumnya pengunjung mengalami peningkatan sekitar 10 persen. “Melayani sekitar 450 orang sehari,” ujarnya.

Salah satu pengunjung, Latif mengaku tertarik menukar Dolar yang dia miliki karena tahu harganya sedang mahal. “Cuma punya sedikit, lumayan belinya sudah lama masih Rp 13.500-an,” ujarnya.

Sebelumnya, ekonom memprediksi Rupiah akan terus melemah sepanjang Juli ini.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara memprediksi Rupiah akan terus melemah hingga akhir Juli 2018 mencapai Rp 14.700-14.800 per USD. Menurutnya, hal ini diperkirakan sebagai imbas dari perang dagang (trade war) antara Amerika dan China.

“Efek perang dagang dikhawatirkan menurunkan kinerja ekspor negara berkembang seperti Indonesia,” kata Bhima saat dihubungi Merdeka.com, Kamis (5/7).

Bhima menjelaskan, dampak negatif lainnya adalah kemungkinan kaburnya para investor asing. “Akhirnya investor asing melakukan aksi jual secara besar-besaran baik dari pasar modal maupun pasar surat utang,” imbuhnya.

Bhima menilai pemerintah lambat mengantisipasi kemungkinan tersebut. Kebijakan yang diambil Bank Indonesia pun dinilai belum berhasil.

“BI sudah kerja keras dari sisi moneter, tapi dari sisi fiskalnya belum ada gebrakan. Itu yang menurunkan kepercayaan investor. Selain karena data kinerja ekonomi Indonesia memburuk. Seperti defisit transaksi berjalan yang melebar dan defisit perdagangan,” tandasnya.

 

BACA BERITA LAIN CLICK DI BAWAH INI !

Polisi pastikan ledakan di Pasuruan berasal dari bom ikan

 

Daftarkan diri anda untuk bermain Agen Poker Terpercaya
di www.ratuidr.com – www.ratuidr.net   dengan minimal Deposit Rp, 20.000 dan Withdraw hanya Rp, 25.000.- Hanya di http://dewaidr.com
Dengan kemenangan yang jelas terlihat di Stats Depo/WD Pada laman RAJAIDR
      Contact Me :

Facebook Comments

1 Comment

Add a Comment

Leave a Reply

Copyrights © 2010 awanqq.com All Rights Reserved         Content Protection by DMCA.com         Best viewed in 1024 x 768 resolution Frontier Theme