Kembalikan uang suap, mantan Ketua PT Manado dibebaskan pidana uang pengganti

Ketua PT Manado kembalikan uang suap.

 

awanqq.comMantan Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sudiwardono dituntut 8 tahun pidana penjara atas penerimaan suap SGD 110 ribu dari Aditya Moha terkait pengurusan banding Marlina Moha Siahaan, ibu kandung Aditya. Penerimaan suap tersebut akhirnya telah dikembalikan ke rekening tampungan KPK.

Pengembalian tersebut menjadi pertimbangan bagi Jaksa Penuntut Umum pada KPK menyatakan Sudi tidak dikenakan pidana tambahan berupa uang pengganti sebagaimana telah diatur dalam Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Sebesar Rp 361.456.000, Rp 195.000.000 telah ditransfer ke rekening mandiri (rekening tampungan KPK). Kedua barang bukti tersebut merupakan pengembalian terdakwa yan disetor keluarga melalui Arya, juga SGD 23 ribu sisa pemberian Aditya Moha sebesar SGD 80 ribu saat operasi tangkap tangan dengan ekuivalen SGD 80 ribu maka diri terdakwa tidak dijatuhi hukuman uang pengganti, ujar Jaksa Asri Irwan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (9/5), di sinyalir oleh RajaIDR

Sudi ditengarai, menyanggupi permintaan Aditya yang menginginkan agar sang ibu, tidak ditahan oleh Pengadilan Tinggi Manado selama proses banding. Marlina merupakan terpidana korupsi TPAPD Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Atas permintaan tersebut, Sudi memberi tarif SGD 80 ribu.

Aditya pun menyanggupi permintaan itu. Namun, proses hukum Marlina tetap berjalan, sementara Aditya menginginkan agar sang ibu bebas dari segala pidana.

Sudi mengamini permintaan Aditya hanya saja ada tarif tambahan yakni SGD 40 ribu, sebagaimana telah dibicarakan sebelumnya saat keduanya bertemu.

“Pada tanggal 6 Oktober 2017 Aditya Moha mendatangi hotel Alila, Pecenongan, Jakarta Pusat, lalu ke lantai 12 dan menemui ke kamar Sudi lalu keduanya ke tangga darurat dan memberikan uang SGD 30 ribu. SGD 10 ribu sedianya telah disiapkan oleh Aditya namun sebagai jaminan agar Marlina benar-benar bebas,” ujar Jaksa Ali Fikri.

Dalam tuntutannya, jaksa juga mencantumkan hal-hal memberatkan dan meringankan. Sebagai hakim tinggi, Sudi dinilai telah mencederai upaya pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Selain itu, perbuatan Sudi telah mencederai dunia peradilan. Hal hal tersebut menjadi pertimbangan tuntutan yang diberikan oleh jaksa penuntut umum.

“Sementara hal meringankan terdakwa berterus terang, menyesali perbuatannya,” ujar Jaksa Ali.

Atas perbuatannya itu, Sudi dituntut 8 tahun pidana penjara Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Ia dinilai bersalah telah melanggar Pasal 12 Ayat 1 huruf a dan c Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

 

DI BACA JUGA BERITA LAINNYA CLICK DI BAWAH INI !!!

Masih ada premanisme di jalan, Wakapolri akan copot Kapolda hingga Kapolsek

 

Daftarkan diri anda untuk bermain Agen Poker Terpercaya
di www.ratuidr.com – www.ratuidr.net   dengan minimal Deposit dan Withdraw yang terjangkau hanya Rp, 20.000.- http://dewaidr.com

      Contact Me :

Facebook Comments

Leave a Reply

Copyrights © 2010 awanqq.com All Rights Reserved         Content Protection by DMCA.com         Best viewed in 1024 x 768 resolution Kebijakan Privasi